Jumat, 14 Maret 2014

ISLAM AGAMA YANG MUDAH

Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan berusaha menghilangkan segala bentuk kesulitan, dan inilah salah satu keutamaan ummat Islam yang dirahmati. Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri telah melepaskan/menghilangkan segala bentuk belenggu dan ikatan dari diri mereka sebagaimana yang pernah mengekang ummat-ummat terdahulu.

Keringanan-keringanan dalam agama Islam banyak sekali, diantaranya : berbukanya musafir ketika bepergian, orang yang tertinggal dalam shalat boleh mengqadha (mengganti), orang yang tertidur atau lupa boleh mengqadha shalat, orang yang tidak mendapatkan binatang sembelihan dalam haji tamattu boleh berpuasa, tayamum sebagai ganti wudhu ketika tidak ada air atau ketika tidak mampu untuk berwudhu … dan lainnya diantara keringanan yang banyak tidak diamalkan kecuali jika terdapat kesulitan dalam melaksanakan perintah yang sebenarnya.

Dan perlu kita perhatikan, bahwa keringanan-keringanan ini adalah syari’at Allah Jalla Jalaluhu dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dengan izin Allah Jalla Jalaluhu). Dan tidak diperbolehkan seorang muslim manapun, untuk mendatangkan (mengada-ada) keringanan (dalam masalah agama) tanpa dalil, karena hal ini adalah termasuk mengadakan perkara baru dalam agama yang tidak berdasar.

SESUNGGUHNYA AGAMA ITU MUDAH

Asal dari ungkapan ” Sesungguhnya agama itu mudah” adalah penggalan kalimat dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan, dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi), bergembiralah kalian, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat”.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan ungkapan “Sesungguhnya agama itu mudah” dalam kitabnya yang tiada banding (yang bernama) : Fathul Baariy Syarh Shahih Al-Bukhari 1/116. Beliau berkata : “Islam itu adalah agama yang mudah, atau dinamakan agama itu mudah sebagai ungkapan lebih (mudah) dibanding dengan agama-agama sebelumnya. Karena Allah Jalla Jalaluhu mengangkat dari umat ini beban (syariat) yang dipikulkan kepada umat-umat sebelumnya. Contoh yang paling jelas tentang hal ini adalah (dalam masalah taubat), taubatnya umat terdahulu adalah dengan membunuh diri mereka sendiri. Sedangkan taubatnya umat ini adalah dengan meninggalkan (perbuatan dosa) dan berazam (berkemauan kuat) untuk tidak mengulangi.

Kalau kita melihat hadits ini secara teliti, dan melihat kalimat sesudah ungkapan “agama itu mudah”, kita dapati Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk kepada kita bahwa seorang muslim berkewajiban untuk tidak berlebih-lebihan dalam perkara ibadahnya, sehingga (karena berlebih-lebihan) ia akan melampui batas dalam agama, dengan membuat perkara bid’ah yang tidak ada asalnya dalam agama.

Dan hendaknya manusia tidak membuat-buat perkara yang tidak ada asalnya dalam agama ini, karena mereka sekali-kali tidak akan mampu (mengamalkannya), (sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) ” Maka sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan”.

Maka ungkapan “Agama itu mudah” maknanya adalah : “Bahwa agama yang Allah Jalla Jalaluhu turunkan ini semuanya mudah dalam hukum-hukum, syariat-syariatnya”. Dan kalaulah perkara (agama) diserahkan kepada manusia untuk membuatnya, niscaya seorangpun tidak akan mampu beribadah kepada Allah Jalla Jalaluhu.

KISAH TIGA ORANG YANG BERLEBIHAN DALAM BERIBADAH

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu’alaihi wasallam. ٍSetelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya” (tanpa tidur). Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka”. Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya”. Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku” (HR. Bukhari no.5063)

Dalam hadits di atas, ketiga orang tersebut berniat melakukan kebid’ahan, karena ketiganya tidak pernah diajarkan oleh Nabi. Yaitu puasa setahun penuh, shalat semalam suntuk setiap hari, kedua hal ini adalah bentuk ibadah yang bid’ah. Dan berkeyakinan bahwa dengan tidak menikah selamanya itu bisa mendatangkan pahala dan keutamaan adalah keyakinan yang bid’ah. Oleh karena itu Nabi bersabda “Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku“.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه
Maksudnya tidaklah seseorang berlebih-lebihan (menyusahkan diri) dalam agama kecuali dia akan kalah, bosan, capek, dan lemah lalu pada akhirnya dia meninggalkannya.

Inilah makna sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam" ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه " maksudnya, apabila engkau menyusahkan diri dalam beragama, bersikap ektsrim, maka agama akan mengalahkanmu, dan engkau akan binasa. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"Binasahlah orang-orang yang ekstrim (dalam beragama). Beliau mengucapkannya 3 kali." (HR. Muslim)

Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wasallam melanjutkan sabdanya:

"Maka tepatkanlah, atau dekatkanlah (miripkanlah), dan bergembiralah."

Maknanya adalah lakukanlah sesuatu dengan tepat sesuai dengan ketentuan, dan benar. Maka jika kamu tidak mampu melakukan yang demikian maka usahakan mendekatinya (mendekati yang benar) oleh sebab itu beliau bersabda:"dekatkanlah (miripkanlah)". Huruf wawu (dan) dalam hadits ini artinya auw (atau). Yakni, tepatkanlah jika memungkinkan, jika tidak memungkinkan maka miripkanlah (mendekati yang benar).

Sabda beliau shallallahu 'alaihi wasallam:"Dan bergembiralah" maksudnya bergembiralah kalian jika kalian telah tepat dan benar (dalam beragama) atau mirip dengan yang benar. Maka bergembiralah dengan pahala yang besar, kebaikan, dan pertolongan dari Allah 'Azza wa Jalla.

MUDAH, TAPI JANGAN DIMUDAH-MUDAHKAN

ISLAM agama yang MUDAH akan tetapi bukanlah agama yang dimudah-mudahkan.

Islam bukanlah menganut faham fleksibilitas kaum liberal yang “tanpa batas dan kendali” yang menghilangkan keislaman Islam, Islam juga anti sekularisme yang ingin membuang Islam dari aspek-aspek dunia.

Islam agama yang sesuai akal sehat akan tetapi bukanlah agama yang diakal-akali, atau ditolak karena akal seorang yang merasa dirinya berakal akan tetapi pada hakekatnya adalah tidak berakal.

Islam yang benar adalah Islam yang sesuai dengan kehendak Allah dan RasulNya. Al-Imam Asy-Syafii rahimahullah berkata :

“Aku beriman kepada Allah dan apa yang datang dari Allah sesuai dengan kehendak Allah, dan aku beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang dibawa oleh beliau sesuai dengan kehendak Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam”

BERDAKWAHLAH DENGAN LEMAH LEMBUT

Apabila kita mendapati suatu keadaan dimana kita menyampaikan dakwah yang berhubungan dengan perkara Islam, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memantapkan kaidah penting dari kaidah-kaidah dasar dakwah kepada Allah Jalla Jalaluhu, yaitu berdakwah dengan lemah lembut dan tidak kasar. Menjelaskan kepada manusia tentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu menerangkan amal perbuatan yang wajib, yang sunnah dan yang makruh. Jika melihat suatu kesalahan yang disebabkan karena kebodohan atau lupa, maka hendaklah bersabar dan mendakwahi manusia dengan penuh kasih sayang dan kelembutan serta tidak kasar. Allah Jalla Jalaluhu berfirman.

“Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]

Saya mengharapkan dari Allah Jalla Jalaluhu yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri agar memberi petunjuk kepada kita dan kaum muslimin seluruhnya untuk mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah NabiNya, dan agar Allah Jalla Jalaluhu mengajarkan kepada kita ilmu yang bermanfaat, dan memberi manfaat dari apa yang Dia ajarkan, serta memelihara kita dari kejahatan perbuatan bid’ah dan penyelewengan, serta kejahatan mengubah dan mengganti (syariat Allah).

Semoga bermanfaat 

Ref:
http://abangdani.wordpress.com/2010/06/21/sesungguhnya-agama-itu-mudah/
http://www.alsofwah.or.id/cetakhadits.php?id=257
http://muslim.or.id/hadits/hadits-hadits-tentang-bidah.html
http://assunnahfm.com/2012/manhaj/islam-mudah-tapi-tidak-dimudah-mudahkan/

http://www.facebook.com/pengusahamuslim

Selasa, 11 Maret 2014

Apa Itu Islam??

     Pertanyaan mendasar, bahkan bias dibilang tak sempat terpikirkan karena kita memang dilahirkan di lingkungan islam. Tapi tetap saja itu akan menjadi pertanyaan, sebelum kita benar benar mengerti apa itu islam dan kenapa kita harus berislam.
Menurut buku yang tulis oleh Abul Ala Al Maududi yang berjudul Dasar Dasar Islam. Bahwa Islam merupakan karunia terbesar yang diberikan alloh kepada manusia. Nah berarti yang ibu bapaknya sudah islam enak dong yah, hehe… bagaimana dengan yang lahir dalam keadaan non islam? Apakah tidak mendapat karunia?.. (*mikir keras).
    Nah berislam itu tidak ada kaitannya dengan keturunan, atau garis darah. Sebenarnya setiap manusia itu lahir kedunia dalam keadaan islam. Hehe.. Rasul bersabda  “Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fithrah, maka kedua ibu-bapaknyalah yang akan menjadikannya seorang Yahudi atau seorang Nasrani atau seorang Majusi”. (H.R Muslim) . Jadi sebenarnya bayi yang lahir kedunia berada pada fase fitrah, atau suci dari segala apapun, karena belum terkontaminasi apapun. Dan lingkungan nya lah yang mempengaruhi jalan hidup si bayi menjadi dewasa. Tapi hidayah dan karunia alloh itu tidak hanya untuk yang lahir dari keluarga muslim saja. Tidak sedikit yang mualaf tapi tidak ada keluarga mereka yang muslim.
    Balik lagi ke bahasan apa itu islam. Islam menurut Wikipedia adalah "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah.  Nah jadi islam itu artinya berserah diri, menghambakan dan bergantung kepada apapun yang diperintahkan oleh alloh. Jadi untuk menjadi muslim kita hanya menerima islam sebagai jalan hidupnya dan menuruti segala apa yang diperintahkan alloh. Dalam buku dasar dasar islam karya al maududi dijelaskan syarat menjadi muslim tidak hanya mengucapkan saya menerima islam sebagai agama saya.


To be Continued…. 

Selasa, 21 Januari 2014

RAID

bagi yang suka perserveran, pasti udah kenal ama istilah RAID Harddisk. bukan the Raid yah,,,, RAID ini fungsinya menyatukan kapasitas harddisk jadi satu kesatuan,, yah kira kira begitulah.. hahaha

RAID Levels

1. RAID O.
Arti : Keseluruhan harddisk yang dimiliki akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. dengan kata lain data yang kita simpan kedalam harddisk akan di stripping keseluruh harddisk anggota dari RAID 0 tersebut.
Contoh : 4 Harddisk SCSI berkapasistas 72GB per Disk di configure dengan RAID 0 maka total harddisk yang dapat dijadikan penyimpanan data adalah keseluruhannya ( 4 x 72 GB)
Kelebihan : Dengan RAID 0, kapasistas harddisk yang dimiliki untuk penyimpanan data adalah total dari keseluruhan harddisk yang dimiliki, tanpa ada pengurangan
Kekurangan : Jika salah satu harddisk fails dalam RAID 0, maka data akan hilang tanpa ada penggantinya.
2. RAID 1
Arti : Harddisk dalam RAID 1 dapat diartikan sebagai mirroring, karena setengah dari jumlah Harddisk yang diposisikan sebagai RAID 1 digunakan sebagai mirror. Dengan kata lain bahwa hanya setengah dari kapasitas Harddisk keseluruhan yang dapat digunakan sebagai penyimpanan data, setengah lagi hanya berfungsi sebagai mirror
Contoh : 4 Harddisk SCSI berkapasitas 72GB di configure dengan RAID 1, maka hanya 2 Harddisk (2 x 72 GB) yang dapat digunakan sebagai penyimpanan data, dan 2 harddisk lagi (2 x 72GB) lagi digunakan sebagai Mirror dari data tersebut.
Kelebihan : Jika salah satu Harddisk yang berfungsi sebagai penyimpanan data fails/bermasalah, maka harddisk mirror akan secara otomatis menggantikan fungsinya sampai harddisk yang fails tersebut di ganti dengan yang baru, tanpa penurunan performance dari keseluruhan harddisk.
Kekurangan : RAID 1 bisa dikatakan MAHAL, karena hanya setengah dari jumlah harddisk yang dimiliki yang dapat dijadikan tempat penyimpanan data.
3. RAID 1+0
Arti : Harddisk yang di configure dalam RAID 1+0 bisa dikatakan di striping dan di mirror, dengan kata lain data yang kita simpan dalam harddisk akan di stripping ke anggota dari RAID 1+0 tersebut dan juga setengah dari jumlah harddisk yang ada akan di mirror.
Contoh : 4 harddisk SCSI berkapasitas 72GB di configure dengan RAID 1+0 maka kapasitas yang dapat di gunakan untuk penyimpanan data adalah 2 x 72 GB dan data yang disimpan akan di stripping atau dibagikan diantara kedua harddisk tersebut. sisa 2 harddisk lagi berdungsi sebagai mirror.
Kelebihan : bisa dikatakan sama dengan RAID 1 hanya performance dari baca tulis harddisk meningkat dibanding RAID 1
Kekurangan : MAHAL juga seperti RAID 1
4. RAID 5
Arti : Dalam RAID 5 ada pembatasan minimal harddisk yang digunakan, yaitu 4 harddisk, kenapa ? karena dalam sistem RAID 5 ada pembagian data dan parity.
Contoh : 4 harddisk berkapasitas 72GB akan di configure dengan RAID 5, maka 3 x 72 GB akan berfungsi sebagai penyimpanan data dan 1 x 72 GB menjadi parity.
Kelebihan : Jika salah satu dari harddisk tersebut fails, fungsi harddisk masih berfungsi.
Kekurangan : performance akan menurun jika harddisk fails.
5. RAID 6
Arti : Dalam RAID 6 juga ada pembatasan minimal harddisk yaitu 5 harddisk. 3 diantaranya akan di jadikan data dan 2 lagi sebagai parity.
Contoh : 5 harddisk berkapasitas 72GB akan di configure sebagai RAID 6, maka 3 x 72 GB akan berfungsi sebagai penyimpanan data dan 2 x 72GB menjadi parity.
Kelebihan : dalam RAID 6 maksimal harddisk fails dalam waktu yang bersamaan adalah 2 harddisk. jadi jika 2 harddisk didalam RAID 6 fails, fungsi harddisk masih berjalan.
Kekurangan : performance akan menurun jika ada harddisk fails.


Sekian penjelasan RAID berdasarkan pencarian dari mbah google.. hehehe 

Lembaran Baru

Assalamualaikum..


waduh udah lama ga ditengokin, ini blog udah banyak sarang laba labanya.. :p. Mulai bersih bersih lagi nih,,,
ok sementara cuma ngetes posting aja. udah hampir 2 taun nih ga nulis ama update blog. soalnya udah keseringan update status facebook ama twitter,

Mungkin di session baru ini, banyak ngebahas hal hal yang kurang penting. hahaha.. sekedar menuangkan ide ide gila dan pandangan seorang yang belajar menuntut ilmu.. ehehe..

baru dikit nulis aja udah pegel pegel nih pundak.. ckckc harus banyak berlatih ini.. hahaha

Jumat, 27 Mei 2011

Reset Remember Password Windows Xp

Remember password pada windows Xp memang mempermudah kita untuk tidak mengetikkan user dan password. Apalagi yang menggukan file server untuk login, ini sangat membantu. Tapi bagaimana kalau ingin login dengan berbeda user...???

Berarti kita harus menghapus remember password tersebut. Caranya sebagai berikut :

  1. Klik START dan RUN
  2. Ketik perintah berikut "rundll32.exe keymgr.dll, KRShowKeyMgr" (tanpa tanda kutip) dan klik OK
  3. Akan muncul jendela baru yang akan menampilkan semua password yang tersimpan. Pilih remember password yang akan dihapus.
Selamat Mencoba...